Yuk Bedah Saham BSMT: Siap IPO dengan Harga Rp. 350 Hingga 510 Per Saham

Bedah saham BSMT untuk dana IPO maksimal Rp. 299,34 miliar dan sisanya akan dipakai untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi.

PT Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau BSMT baru-baru ini sudah melantai di BEI. Yakni dengan valuasi yang masih cukup rasional dan keunggulan BSMT dari sisi NIM yang cukup tinggi. Sehingga, akan menjadi hal menarik jika Anda mempertimbangkan untuk memesan IPO BSMT dengan tujuan orientasi investasi jangka menengah/panjang. Nah, oleh karena itu, di sini kita akan membahas tentang bedah saham BSMT untuk Anda yang ingin berinvestasi.


Ketika proses IPO BSMT ini sedang berada di fase book building, harga saham yang ditawarkan yaitu berada di harga Rp. 350 hingga 510 per unit. Sebanyak 29.347.983 lot saham baru ditawarkan kepada para investor yang mewakili 23 persen modal ditempatkan atau disetor perseroan.

Jika harga yang ditetapkan senilai Rp 510 per unit, maka pendapatan dana akan mencapai hampir Rp. 1,5 triliun. Dengan target pendanaan itu yakni BSMT devaluasi setara dengan kira-kira 1,12x dari nilai buku per saham atau Price to Bo Value/PBV ketika IPO.

Kemudian jika dibandingkan dengan peers-nya yang juga termasuk BPD yakni BJBR dan BJTM yang sudah publik serta ditransaksikan 1,01x dan 0,98x PBV, maka valuasi BSMT masih tergolong rasional. 

Bedah Saham BSMT

Bank yang sudah berdiri sejak 62 tahun yang lalu ini akan mengalokasikan 80 persen dana yang didapatkan dari hasil penawaran umum perdana saham. Untuk digunakan sebagai modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis perseroan, termasuk juga kredit modal kerja, kredit konsumtif, dan juga kredit investasi.

Untuk alokasi dana IPO yakni senilai 80% digunakan untuk modal kerja. Oleh karena itu, perseroan akan menganggarkan dana kurang lebih senilai Rp. 1,19 triliun untuk meningkatkan kinerja bisnis, termasuk juga ekspansi kredit.

Sementara itu, bedah saham BSMT untuk dana IPO maksimal Rp. 299,34 miliar dan sisanya akan dipakai untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi. Dengan melalui 4 perusahaan sekuritas, yaitu Pt Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT BRU Danareksa Sekuritas, dan juga PT UOB Kayhian Sekuritas sebagai salah satu penjamin pelaksana emisi efek. Bank Sumut ini sudah dijadwalkan bisa memulai tanggal pencatatan saham di BEI pada tanggal 7 Februari 2023.


Secara rinci, 10 persen tersebut akan dipakai sebagai belanja modal, termasuk juga pengeluaran untuk aset sewa berupa pembukaan ataupun perpanjangan sewa unit kantor, unit layanan, infrastruktur teknologi informasi, dan juga renovasi gedung.

Sedangkan 10 persen lainnya akan dipakai untuk belanja operasional berupa pengembangan jaringan ATM, peningkatan system security, layanan digitalisasi, dan juga pengembangan teknologi informasi lain dengan skema manage service.

Demikian penjelasan mengenai bedah saham BSMT untuk Anda yang mempertimbangkan untuk berinvestasi saham. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama