Bedah Saham BSMT, BPD Luar Jawa Pertama Yang Akan Melantai Di BEI

Bedah saham BSMT bisa menjadi acuan bagi para investor publik yang ingin melakukan pembelian saham.

Meski telah menunda pelaksanaan IPO (Initial Public Offering), saham PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (BSMT) dinilai tetap layak dikoleksi.  Ya, dibandingkan dengan BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang terlebih dahulu melantai di BEI (Bursa Efek Indonesia) lainnya,  valuasi BSMT tergolong masih rasional. Untuk lebih lengkapnya, berikut ulasan mengenai bedah saham BSMT yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda para investor publik.

Sekilas Tentang BSMT

BSMT merupakan bank daerah yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Sumatera Utara.  Memiliki lebih dari 200 kantor cabang dan 353 ATM yang tersebar di wilayah Sumatera Utara, Pekanbaru, Batam dan Jakarta, BSMT mempunyai total aset sebesar Rp. 41 triliun per kuartal 3 pada tahun 2022.

Rencana Awal IPO Saham BSMT

Sebelumnya BSMT menetapkan periode book building pada 5 Januari hingga 18 Januari 2023 dengan perkiraan masa penawaran umum pada tanggal 1 sampai dengan 3 Februari 2023. Namun sehari jelang masa penawaran umum, IPO saham BSMT berstatus canceled atau ditunda. Perusahaan ini menawarkan 23 persen dari total saham yang dicatatkan atau senilai Rp. 2.93 miliar saham. Dengan rentang harga penawaran sebesar Rp 350 sampai Rp 510 per saham, potensi pendanaan BSMT bisa mencapai Rp. 1.02 triliun hingga Rp. 1.49 triliun.


Meskipun memiliki nominal lebih kecil dari penawaran saham LAJU (PT. Jasa Berdikari Logistics Tbk) yang juga resmi melantai di BEI, kinerja BSMT dinilai mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2022. Bagi Anda yang ingin mengetahui nominal penawaran saham perdana LAJU secara pasti, Anda bisa mendapatkankan datanya dari ulasan bedah saham LAJU di pembahasan sebelumnya.

IPO BSMT sendiri telah mendapatkan penjaminan pelaksanaan emisi efek dari empat perusahaan sekuritas yaitu PT. UOB Kayhian Sekuritas, PT. RHB Sekuritas Indonesia, PT. Aldiracita Sekuritas Indonesia dan PT. BRI Danareksa Sekuritas.

Rencana Alokasi Dana IPO Saham BSMT

Rencana alokasi dana hasil IPO tentu menjadi salah satu bagian penting yang harus diketahui ketika membahas tentang bedah saham, tidak terkecuali pada ulasan tentang bedah saham BSMT kali ini. 

Berdasarkan prospektus perseroan, penggunaan dana hasil IPO BSMT akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis, utamanya untuk kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan kredit investasi sebanyak 80 persen.


Sementara sebanyak 20 persen sisanya akan dialokasikan guna memperluas jaringan dan pengembangan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan bisnis perseroan. Rincian penggunaan dana tersebut adalah 10 persen untuk modal belanja dan 10 persen lainnya untuk operational expenditure.

Sebagai informasi, BSMT merupakan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang permodalannya telah memenuhi ketentuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yaitu Rp. 3 triliun sebelum tenggat waktu yang jatuh pada tahun 2024. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai bedah saham BSMT yang perlu Anda ketahui. BSMT kini tengah mengatur timeline baru dan berkomitmen untuk melanjutkan proses IPO agar bisa mengoptimalkan penawaran umum perdana saham dan mencapai tujuan ekspansi bisnis.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama