Ingin Investasi di Industri Migas? Cek Bedah Saham SUNI Dulu!

Memahami bedah saham SUNI akan membantu Anda yang tertarik berinvestasi di industri migas Indonesia. Meski baru melakukan IPO pada awal 2023, performa SUNI sebagai saham ternyata stabil dan memberikan potensi menjanjikan bagi para investor.

Industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia tak dipungkiri sangat menjanjikan. Wajar saja banyak orang yang pengin terjun ke industri tersebut, termasuk melalui investasi. Anda yang sedang cari saham bagus bisa mempertimbangkan PT Sunindo Pratama (SUNI) sebagai pilihan. Untuk gambaran singkat, simak bedah saham SUNI berikut ini!

Seperti apa pengelolaan dana IPO SUNI?

SUNI merupakan salah satu saham terbaru yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2023. Sunindo Pratama dalam hal ini menawarkan sekitar 600 juta lembar atau 24% dari total modal yang mereka tempatkan atau setor setelah go public (IPO). Alhasil, Sunindo Pratama berhasil menghimpun pendanaan sampai Rp180 miliar.

Ke mana dana tersebut akan dialokasikan? Sunindo Praama bakal menggunakannya untuk pembelian saham PT Rainbow Tubulars Manifacture (RTM) sebesar 39,96%. Sementara sisanya digunakan untuk modal kerja perseroan.


Sunindo Pratama pun ingin melakukan ekspansi usaha melalui peningkatan kapasitas produksi, terutama untuk pipa seamless OCTG tubing dengan mengakuisisi lahan pembangunan pabriknya. Mesin-mesin produksi untuk kegiatan operasional pun akan mereka beli pada Q3 2023.

Alokasi dana ini pun sejalan dengan komitmen Sunindo Pratama untuk mendukung program pemerintah, yakni menetapkan target lifting migas. Masing-masing jumlahnya adalah 1 juta barrel oil per day (BPOD) dan 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD) pada 2030 mendatang. 

Adapun proyeksi pendapatan konsolidasi dalam bedah saham SUNI yang akan mereka dapatkan pada 2023 adalah Rp596 miliar dengan laba tahun berjalan senilai Rp84 miliar. Nominal tersebut juga jadi tanda kalau Sunindo Pratama mengalami peningkatan sebesar masing-masing 19,2% dan 20%.

Bagaimanan prospek bisnis yang ditawarkan SUNI?

Sejak go public, SUNI telah mencatatakan saham perdana di BEI sebesar 2,5 miliar saham. Jumlah ini terdiri atas saham pendiri sebesar 1,9 miliar dan saham IPO sebesar 600 juta saham yang nilainya adalah Rp100 per saham. Sementara harga penawaran sahamnya adalah Rp300 per saham.

SUNI dianggap punya performa yang baik karena menunjukkan rasio profitabilitas dengan kenaikan positif secara menyeluruh. Terlihat dari pertumbuhan EBITDA yang menyentuh 108% yoy atau setara dengan Rp50,06 miliar pada Juni 2022.


Bukan cuma itu, SUNI termasuk jenis saham yang sehat dan mampu meberuskan ekspansi keuangan perseroan. Hasil analisis yang bagus membuat SUNI disejajarkan dengan jenis saham baru potensial lain yang melakukan IPO pada 2023, termasuk pada bedah saham LAJU.

Apakah SUNI adalah jenis saham yang Anda cari? Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya Anda terus mempelajari performa dan prospek yang ditawarkan saham ini. Jangan lupa mendalami bedah saham SUNI untuk mengetahui aspek-aspek lain yang mempengaruhi performanya, ya!

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama